Minggu, 22 September 2019

Pengalaman Bahasa

Assalamu'alaikum.... 
   Hai teman-teman, diblog ini saya akan menceritakan pengalaman bahasa saya.

    Saya Livia anak pertama dari dua bersaudara. Saya seorang mahasiswi semester 1 di IAIN pontianak. Saya asli orang Sambas, Kalimantan barat. Saya dilahirkan dan dibesarkan di Sambas, dari kecil saya diajarkan berbicara menggunakan bahasa sambas tepatnya melayu sambas, karena bapak ibu saya juga asli orang sambas walaupun sebenarnya bapak saya keturunan orang bugis yaitu dari kakek saya yang ternyata orang bugis asli tp saya tidak pernah diajarkan bahasa bugis. Saat saya kelas 1 SD disinilah pengalaman bahasa saya dimulai. Waktu itu kakek saya main kerumah saya karena kakek baru saja pulang dari sulawesi tanpa basa basi kakek bertanya "aga kareba? Aga mu pego? Pura no ga mandre?" saya pun bingung mendengarnya dan bertanya kembali"apa artinya kek" dengan tersenyum kakek menjawab "apa kabar? Kamu lagi apa? Apakah kamu sudah makan?" saya pun tertawa dan senang karena tau bahasa bugis walaupun cuma tau nya "mandre" artinya makan hehe...

    Waktu SMA saya punya teman sekelas bapak nya orang jawa tapi dia tidak pernah ngomong bahasa jawa dikelas. Waktu libur sekolah dia pergi ke kampung halaman bapaknya di Jepara. Kami video call saat dia disana, dia bilang "kene lo kita mlaku mlaku" saya bingung dia ngomong apa terus saya tanya "artinya apa?" dia menjawab "artinya kesinilah kita jalan-jalan" bertambahlah pengalaman saya, mengetahui bahasa jawa walaupun sedikit haha...

    Dan sekarang saya kuliah di IAIN pontianak saya banyak mendengar berbagai macam bahasa, salah satunya bahasa madura. Waktu PBAK di IAIN pontianak saya dapat teman baru dan dia orang madura, dia bertanya sama saya "Kakeh senneng olahraga enjek?" saya langsung bertanya kembali "apa artinya?" dia menjawab "artinya apa kamu suka olahraga?" saya jawab "tidak terlalu suka" terus dia bilang "Engkok ajerin kakeh bahasa madura khellem enjek?" saya tanya "apa lagi artinya tu" dia menjawab "aku ajarin kamu bahasa madura mau gak?" saya langsung jawab "mau lah haha" Sayang nya saya lupa menyimpan nomor WhatsApp nya, sampai sekarang kami belum pernah bertemu lagi padahal saya ingin belajar bahasa madura lagi dengan dia. 

    Inilah cerita saya tentang pengalaman bahasa, mohon maaf jika ada kesalahan karena ini adalah blog pertama saya dan semoga teman-teman dapat memahami apa yang saya ceritakan.

Terima Kasih... 

4 Kompetensi Guru Profesional

  4 Kompetensi Guru Profesional   Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh... Hai teman-teman! Kembali lagi di blog saya, kali i...