Rabu, 04 Desember 2019

Narasi Bahasa Indonesia

“Pontianak Creative & Culinary Festival 2019” HUT 248
   Peluncuran Buku bersama penulis Kalbar

          Pada hari rabu, 16 Oktober 2019 saya dan teman-teman sekelas mengikuti ke kegiatan literasi yaitu “Pontianak Creative & Culinary Festival 2019” HUT 248 yang berlangsung di halaman parkiran Ayani Mega Mall Pontianak, dan pada hari rabu tersebut kami mengikuti salah satu acaranya yaitu “Peluncuran Buku Bersama Penulis Kalbar”. Sebelum pergi ke acara tersebut kami berkumpul dulu ditaman depan gedung FTIK, karena kami pulang awal jadi kami menunggu sambil berkompromi untuk pergi bersama satu kelas. Jam 10.00 tepat kami langsung berangkat ke Mega Mall, sampai di sana ternyata acara tersebut belum mulai jadi kami memutuskan masuk ke dalam Mega mall untuk membeli minuman dan bekeliling sambil menunggu acara tersebut dimulai. Pada jam 11.00 acaranya pun dimulai, saya dan teman-teman sekelas segera mencari tempat duduk dan saya duduk di belakang para penulis Kalbar. Saya merasa sangat senang dan bangga bisa menghadiri acara tersebut, ini adalah pengalaman pertama saya yang sangat berharga dan menurut saya acara tersebut sangat bermanfaat untuk memotivasi diri kita agar suka menulis dan bisa menjadi penulis yang lebih baik. Di awal acara kami disambut oleh pembawa acara dan dihibur oleh siswa siswi SMAN 10 Pontianak dengan menampilkan seni musik tradisional dayak, dance modern, dan vokal solo. 
          Setelah itu pembawa acara memperkenalkan ketua panitia literasi dan 9 penulis Kalbar, yaitu :
1. Ibu Eka Damayanti, beliau penulis buku “Tentang Cinta, Secangkir Kopi di Pagi Hari, The Power Of Single Mom, Rinai Aksara, dan Hemoklobin Cinta.”
2. Ibu Tuti Eka Dayanti, beliau penulis buku “Antologi Langit Bumi Arwana dan Perempuan Inspirasi Wanita Kalimantan Barat.”
3. Ibu  Ainun Bel, beliau penulis buku “Pengundi Maut, Cinta Seorang Hacker, Kepak Sayap Kasih, Budak Jelita, Perempuan di Sisi Waktu, Seribu Warna Tentang Ayah, dan Selangsa Teror.”
4. Ibu Dewi Kapita Sari, beliau penulis buku “Antologi 120 Jam dan Antologi Journey Of Life.”
5. Ibu Ema Amalia Marantika, beliau penulis buku “Belenggu Haru Barak Renjana dan Journey Of Life.”
6. Ibu Eka Yulianti, beliau penulis buku “Breakly Personality.”
7. Ibu Eka Pabetai, beliau penulis buku “Rujak Cinta Ibu Peri dan Romansa Satu Atap.”
8. Ibu Dede Yeti Seminar, beliau penulis buku “Antologi Cerpen : Senja Itu Maghrib dan Antologi Puisi : Kupu-Kupu Coklat, dan Juorney Of Life.”
9. Ibu Juniawati, beliau penulis buku “Dairy Mak Rempong, Mentertawakan Drama, dan Sistem Penyiaran  di Indonesia.”
          Walaupun yang disebutkan 9 orang tetapi yang hadir hanya 4 orang penulis dan 5 orang yang tidak hadir berhalangan untuk datang karena hujan lebat, setelah memperkenalkan 9 penulis Kalbar kami kembali dihibur oleh siswa siswi SMK,SMP hingga SD di Pontianak yang ikut memeriahkan acara tersebut. 
          Hingga tiba waktunya pembawa acara meminta penulis yang hadir untuk memberi motivasi menulis kepada kami semua. Dimulai dari ibu Eka Damayanti, beliau mengatakan “kita harus suka membaca, dengan membaca kita jadi banyak tau dan lebih punya ilmu yang begitu banyak karena untuk hidup kita butuh ilmu, untuk bisa berhasil selamat dunia akhirat kita butuh ilmu dan jika kita tidak suka membaca, alamat masa depan gelap. Dan dengan menulis itu bisa menjadi amal zariah karena dengan menulis kita bisa berbagi kebaikan kepada orang lain lewat buku-buku yang kita terbitkan, jadi harus semangat untuk menulis, bagikan ke orang lain apa yang kita tulis walaupun dalam bentuk sederhana.”           Selanjutnya motivasi dari ibu Dede Yuti Seminar, beliau mengatakan “trik menulis, begitu kita terpikir ingin menulis ditulis saja di hp, di laptop, atau di buku catatan ditulis saja dan jika sampai waktu baru kita kembangkan.” Jadi kesimpulan dari dua penulis tersebut adalah “sebelum kita menulis kita harus banyak membaca dan jangan patah semangat.” Selanjutnya motivasi dari ibu Juniawati , beliau mengatakan “tetap semangat dan masih banyak kesempatan yang penting harus memulai dulu apapun hasilnya itu nanti.” Dan motivasi terakhir dari ibu Dewi Kapita Sari, beliau mengatakan “siapapun bisa menulis, menulis bisa dilakukan saat kita ada masalah yaitu galau atau dilema maupun patah hati.” Jadi kesimpulan dari dua penulis tersebut adalah “mulailah menulis dan perbanyak membaca serta jangan patah semangat.” 
          Motivasi dari para penulis tersebut sungguh memotivasi saya untuk rajin membaca dan  menulis walaupun sebenarnya saya tidak suka menulis tapi saya akan berusaha untuk suka menulis karena dengan menulis kita bisa berbagi kebaikan dan semangat untuk orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

4 Kompetensi Guru Profesional

  4 Kompetensi Guru Profesional   Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh... Hai teman-teman! Kembali lagi di blog saya, kali i...