Assalamu’alaikum
Warahmatullah Wabarakatuh...
Nama saya Livia, baik dalam isi blog saya kali ini kita
akan membahas tentang manajemen sekolah. Mengapa saya membahas tentang
manajemen sekolah ? karena tidak lah banyak orang yang mengetahui bahwa sekolah
juga ada manajemen nya dan semoga setelah saya menulis blog ini teman-teman
bisa lebih mengetahui dan memahami apa sih manajemen sekolah itu.
Baiklah, dari beberapa sumber yang saya baca tentang
manajemen sekolah, untuk bisa memahami apa itu manajemen sekolah kita harus
mengetahui pengertian dari manajemen terlebih dahulu. Mungkin kata “manajemen”
itu sangat sering kita dengar tanpa kita ketahui apa sih arti dari manajemen
yang sebenarnya ?
Pengertian Manajemen Sekolah
Nah, manajemen itu terdiri dari dua arti yaitu manajemen
dalam arti luas dan manajemen dalam arti sempit. Manajemen dalam arti luas
adalah perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan sumber daya organisasi untuk
mencapai tujuan secara efektif dan efesien. Jadi, manajemen yang sering kita
dengar itu tidak hanya untuk lingkungan pemasaran atau keuangan tetapi untuk
seluruh lingkungan organisasi apapun itu termasuk sekolah yang memiliki suatu
tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan dalam arti sempit, sebagai contohnya
adalah manajemen sekolah / madrasah yang meliputi perencanaan program sekolah /
madrasah, pelaksanaan program sekolah/ madrasah, kepemimpinan kepala sekolah/
madrasah, pengawas/ evaluasi, dan sistem informasi sekolah/ madrasah.
Setelah kita mengetahui pengertian dari manajemen itu
sendiri, selanjutnya kita membahas sekolah. Sekolah merupakan sebagai lembaga
pendidikan formal yang harus mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki
oleh peserta didik. Potensi tersebut ialah aspek kognitif, afektif, dan
psikomotorik.
Jadi, Manajemen sekolah adalah proses mengelola sekolah
melalui perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan sekolah agar
mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Dan kepala sekolah sebagai
manejer sekolah yang menempati posisi yang telah ditentukan didalam organisasi
sekolah. Salah satu prioritas kepala sekolah dalam manajemen sekolah ialah
manajemen pembelajaran.
Tujuan Manajemen Sekolah
Lanjut ke tujuan dari manajemen sekolah, apa sih tujuan
dari adanya manajemen sekolah itu ? Jadi, tujuan dari manajemen sekolah menurut
Sagala (2007) adalah mewujudkan tata kerja yang lebih baik dalam empat hal,
yaitu :
1. Meningkatnya
efesiensi penggunaan sumber daya dan penugasan staf.
2. Meningkatkan
profesionalisme guru dan tenaga pendidik di sekolah.
3. munculnya
gagasan-gagasan baru dalam implementasi kurikulum, penggunaan teknologi
pembelajaran, dan pemanfaatan sumber-sumber belajar.
4. Meningkatnya mutu
partisipasi masyarakat dan stakeholder.
Intinya, tujuan utama dari penerapan manajemen sekolah
adalah untuk penyeimbangan struktur kewenangan antara sekolah, pemerintah
daerah pelaksanaan proses dan pusat sehingga manajemen menjadi lebih efesien. kewenangan
terhadap pembelajaran diserahkan kepada unit yang paling dekat dengan
pelaksanaan proses pembelajaran itu sendiri yaitu sekolah.
Terus, untuk memberdayakan sekolah agar dapat melayani
masysrakat secara maksismal sesuai dengan keinginan masyarakat, tujuan
penerapan manajemen sekolah adalah untuk memandirikan atau memberdayakan
sekolah malalui kewenangan kepala sekolah dan mendorong sekolah untuk melakukan
pengambilan keputusan secara pertisipatif. Dan lebih rincinya manajemen sekolah
bertujuan untuk :
1.
Meningkatkan mutu pendidikan melalui
kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya
yang tersedia.
2.
Meningkatkan kepedulian warga sekolah
dan masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan melalui pengambilan keputusan
bersama.
3.
Meningkatkan tanggung jawab sekolah
kepada orang tua , masyarakat, dan pemerintah tentang mutu sekolahnya.
4.
Meningkatkan kompetisi yang sehat antar
sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai.
Fungsi Manajemen Sekolah
Selain memiliki tujuan, manajemen sekolah juga memiliki
fungsi. Secara umum fungsi manajemen yang orang ketahui ada empat yaitu fungsi
perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan
(directing), dan fungsi pengendalian (controlling). Untuk fungsi
pengorganisasian terdapat juga fungsi staffing (pembentukan staf). Dan dalam
proses manajeman terlibat fungsi-fungsi pokok yang ditampilkan oleh seorang
pemimpin, menurut Yamin dan Maisah (2009 : 2), yaitu “ perencanaan (planning),
pengorganisasian (organizing), kepemimpinan (leading), dan pengawasan
(controling).
Jadi, fungsi manajemen sekolah yaitu menurut Percy E.
Burrup fungsi-fungsi manajemen pendidikan di sekolah adalah :
1.
Merencanakan cara dan langkah-langkah
mewujudkan tujuan program sekolah.
2.
Mengalokasikan baik sumber daya maupun
kegiatan mengajar sehingga masing-masing tahu tugas dan tanggung jawab.
3.
Memotivasi dan menstimulus kegiatan staf
pengajar sehingga mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya.
4.
Mengkoordinir kegiatan anggota staf
pengajar dan setiap satuan tugas di sekolah sehingga tenaga dapat digunakan
seefektif mungkin.
5.
Menilai efektivitas prgram dan
pelaksanaan tugas pengajaran dan tujuan-tujuan sekolah yang ditentukan sudah
tercapai apa belum. Dan menilai pertumbuhan kemampuan mengajarkan tiap guru.
Manajemen Sekolah
Sebagai
lembaga pendidikan formal, sekolah yang lahir dan berkembang secara efektif dan
efisien dari dan oleh serta untuk masyarakat, merupakan perangkat yang
berkewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam mendidik warga
negara. Sekolah dikelola secara formal, hierarkis dan kronologis yang berhaluan
pada falsafah dan tujuan pendidikan nasional. Sebagaimana disepakati oleh para
praktisi pendidikan bahwa pendidikan bisa berjalan karena dibangun oleh
beberapa komponen dasar seperti: guru, siswa, kurikulum, bangunan, fisik, media
pembelajaran dan sebagainya.
Sebuah lembaga pendidikan yang dijalankan secara
profesional tentunya memiliki sumber daya manusia yang memadai. Sumber daya
tersebut berupa kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan. Dalam menentukan
arah serta kebijakan sekolah tentunya fungsi kepala sekolah menjadi sangat
urgen. Berhasil tidaknya sekolah dalam mencapai tujuannya tergantung visi
kepala sekolah, karena kendali pengelolaan sekolah berada di tangannya. Kepala
sekolah adalah the leader di sekolahnya. Memimpin terkait dengan menggerakkan
dan mengarahkan kegiatan orang, sedangkan “memanage” terkait dengan kegiatan
mengatur orang. Mengatur bisa dimaknai secara luas, misalnya menempatkan,
memberi tugas, membagi-bagi, mencarikan jalan keluar, memperlancar dan
mengubah-ubah tugas yang diberikan.
Di sekolah, mengapa diperlukan adanya manajemen yang
efektif ? Agar pekerjaan dapat berjalan lancar. Mengingat beratnya proses
pengelolaan pendidikan di sekolah, maka kepala sekolah sebagai pemimpin harus
memahami seni memimpin. kepemimpinan berhubungan dengan kemampuan menentukan
arah dan memastikan bahwa kendaraan berada dalam jalan yang sesuai dengan peta
yang ditetapkan. Manajer bekerja sesuai dengan sistem, sedangkan kepemimpinan
memperbaiki sistem serta membuat arah, tujuan, dan segala hal yang berkaitan
dengan esensi dan substansi. Manajer berbicara tentang apa yang harus
dikerjakan, kepemimpinan berbicara tentang mengapa dan apa akibatnya bila hal
tersebut harus dikerjakan.”
Kepemimpinan pendidikan adalah suatu kemampuan dan proses
mempengaruhi, membimbing, mengkoordinir, dan menggerakkan orang lain yang ada
hubungannya dengan pengembangan ilmu pendidikan dan pelaksanaan pendidikan dan
pengajaran, agar kegiatan-kegiatan yang dijalankan dapat lebih efisien dan
efektif di dalam pencapaian tujuan-tujuan pendidikan dan pengajaran.
Dalam pelaksanaan manajemen diperlukan adanya teknik.
Teknik-teknik manajemen kepemimpinan pendidikan di sekolah, yaitu:
1.
Teknik manajemen konvensional
Teknik manajemen
konvensional banyak menekankan pada aspek mekanisasi dan dekat dengan hubungan
kemanusiaan.
2.
Management by personality
Teknik ini dilaksanakan
dengan diwarnai oleh pengakuan akan kewibawaan seseorang mengelola organisasi.
3.
Management by reward
Teknik ini memunculkan
dorongan kerja dengan motivasi ekstrinsik. Orang dianggap mau bekerja apabila
diberi hadiah-hadiah atau pujian.
4.
Teknik manajemen modern
Pada zaman sekarang,
falsafah dasar demokrasi sudah berkembang dan kemudian muncul upaya baru dalam
memanajemen proses pendidikan.
5.
Management by delegation
Teknik ini dilaksanakan
dengan memberikan kepercayaan dan pengakuan atas prestasi dan kemampuan
anggota.
6.
Management by system
Teknik ini dilaksanakan
dengan melihat komponen-komponen yang ada dalam organisasi pendidikan sebagai
kesatuan yang utuh. Misalnya, sekolah.
Kepemimpinan Sekolah
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi kegiatan
seseorang untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu secara efektif dan
efisien. Sekilas antara pemimpin dan kepemimpinan mengandung pengertian yang
sama, padahal berbeda. Pemimpin adalah orang yang tugasnya memimpin, sedang
kepemimpinan adalah bakat atau sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin. Sedangkan
kepemimpinan adalah kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang, baik dalam
mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan sesuatu, bawahan dipimpin dari bukan
dengan jalan menyuruh atau mendorong dari belakang. Kepemimpinan membutuhkan
penggunaan kemampuan secara aktif untuk mempengaruhi pihak lain dan dalam
wujudkan tujuan organisasi yang telah ditetapkan lebih dahulu. Seseorang
pemimpin selalu melayani bawahannya lebih baik dari bawahannya tersebut
melayani dia. Pemimpin memadukan kebutuhan dari bawahannya dengan kebutuhan
organisasi dan kebutuhan masyarakat secara keseluruhannya.
Pemimpin pendidikan ada bermacam-macam jenis dan
tingkatannya, kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang sangat penting karena
kepala sekolah berhubungan langsung dengan pelaksanaan program pendidikan di
sekolah. Ketercapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan
kebijaksanaan kepala sekolah sebagai salah satu pemimpin pendidikan. Hal ini
karena kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang profesional dalam
organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerja
sama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan.
Kegiatan lembaga pendidikan sekolah di samping diatur
oleh pemerintah, sesungguhnya sebagian besar ditentukan oleh aktivitas kepala
sekolahnya. Menurut Pidarta (1990), kepala sekolah merupakan kunci kesuksesan
sekolah dalam mengadakan perubahan. Sehingga kegiatan meningkatkan dan
memperbaiki program dan proses pembelajaran di sekolah sebagian besar terletak
pada diri kepala sekolah itu sendiri. Pidarta (1997) menyatakan bahwa kepala
sekolah memiliki peran dan tanggung jawab sebagai manajer pendidikan, pemimpin
pendidikan, supervisor pendidikan dan administrator pendidikan.
Rencana Pengembangan Sekolah
Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) merupakan salah satu
wujud dari salah satu fungsi manajemen sekolah yang amat penting, yang harus
dimiliki sekolah untuk dijadikan sebagai panduan dalam menyelenggarakan
pendidikan di sekolah, baik untuk jangka panjang (20 tahun), menengah (5 tahun)
maupun pendek (satu tahun). Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) memiliki fungsi
amat penting yaitu memberi arah dan bimbingan bagi para pelaku sekolah dalam
rangka pencapaian tujuan sekolah yang lebih baik (peningkatan, pengembangan)
dengan resiko yang kecil dan untuk mengurangi ketidakpastian masa depan.
Standar Nasional Pendidikan (standar kelulusan,
kurikulum, proses, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana,
pembiayaan, pengelolaan, dan penilaian pendidikan) merupakan substansi penting
dalam sistem pengelolaan sekolah yang harus direncanakan sebaik-baiknya dan
diakomodir dalam penyusunan rencana pengembangan sekolah.
1.
Arti perencanaan pengembangan sekolah
Perencanaan pengembangan sekolah adalah suatu proses
untuk menentukan tindakan masa depan sekolah yang tepat, melalui urutan
pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Perencanaan
pengembangan sekolah adalah dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa
depan dalam rangka untuk mencapai perubahan/tujuan sekolah yang telah
ditetapkan.
2.
Pentingnya rencana pengembangan sekolah
Rencana pengembangan sekolah penting dimiliki untuk
memberi arah dan bimbingan para pelaku sekolah dalam rangka menuju perubahan
atau tujuan sekolah yang lebih baik (peningkatan, pengembangan) dengan resiko
yang kecil dan untuk mengurangi ketidakpastian masa depan.
3.
Tujuan rencana pengembangan sekolah
Perencanaan pengembangan sekolah disusun dengan tujuan
untuk: (1) menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat
dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil; (2)
mendukung koordinasi antar pelaku sekolah; (3) menjamin terciptanya integrasi,
sinkronisasi, dan sinergi baik antar pelaku sekolah, antar sekolah dan dinas
pendidikan kabupaten/kota, dan antar waktu.
4.
Sistem perencanaan sekolah
Sistem perencanaan sekolah adalah satu kesatuan tata cara
perencanaan sekolah untuk menghasilkan rencana-rencana pengembangan sekolah
dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur
penyelenggara sekolah dan masyarakat (diwakili oleh komite sekolah).
5.
Tahap-tahap penyusunan rencana
pengembangan sekolah
a)
Melakukan analisis lingkungan strategis
sekolah;
b)
Melakukan analisis situasi untuk
mengetahui status situasi pendidikan sekolah saat ini (IPS);
c)
Memformulasikan pendidikan yang
diharapkan di masa mendatang;
d)
Mencari kesenjangan antara butir 2 dan
3;
e)
Menyusun rencana strategis;
f)
Menyusun rencana tahunan;
g)
Melaksanakan rencana tahunan; dan
h)
Memonitor dan mengevaluasi.
Jadi hanya ini lah sedikit pemahaman saya dari sumber
yang saya baca dan saya bagikan kepada teman-teman semoga bisa dimengerti,
dipahami dan bermanfaat untuk kalian. Terima kasih, Wassalamu’alaikum
warahmatullah wabarakatuh...
Sumber :
https://core.ac.uk/download/pdf/322573556.pdf
https://media.neliti.com/media/publications/93694-ID-manajemen-sekolah-dalam-meningkatkan-mut.pdf
https://doc.lalacomputer.com/makalah-manajemen-sekolah/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar