Minggu, 25 April 2021

Manajemen Kelas

Assalamu'alaikum 

Dalam blog kali ini saya membuat tulisan seputar manajemen kelas.


 Pengertian

Manajemen kelas berasal dari dua kata, yaitu manajemen dan kelas. Manajemen berasal dari kata bahasa Inggris yaitu management, yang diterjemahkan pula menjadi pengelolaan, berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sementara yang dimaksud kelas secara umum diartikan sebagai sebagai sekelompok peserta didik yang ada pada waktu yang sama menerima pembelajaran yang sama dari pendidik yang sama. Sebagian pengamat yang lain mengartikan kelas menjadi dua pemaknaan, yaitu: Pertama, kelas dalam arti sempit, yaitu berupa ruangan khusus, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar. Kelas dalam hal ini mengandung sifat-sifat statis, karena sekedar menunjuk pada adanya pengelompokan siswa berdasarkan batas umur kronologis masing-masing. Kedua, kelas dalam arti luas, yaitu suatu masyarakat kecil yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara kreatif untuk mencapai tujuan.

Ordway Tead yang dikutip Sarwoto menyebutkan bahwa “management is the process and agency which direct and guides the operations of an organizatioin in the realizing of established aims” atau dalam bahasa indonesianya manajemen adalah proses dan perangkat yang mengarahkan serta membimbing kegiatan-kegiatan suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) yang dikutip Sudarwan Danim “kelas didefinisikan sebagai ruang tempat belajar di sekolah”. Hornby dalam Oxford Advanced Leaner’s Dictionary (1986) mendefinisikan kelas sebagai group of students taught together, atau location when this group meets tobe taught. Jadi dalam hal ini, kelas merupakan sekelompok siswa yang diajar bersama, atau suatu lokasi ketika sekelompok siswa sedang menjalani proses pembelajaran pada tempat, waktu yang sama.

Dengan demikian, manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana pembelajaran yang efektif, efisien dan menyenangkan serta dapat memotivasi peserta didik dengan baik.



Menurut Sudarman Danim, manajemen kelas dapat didefinisikan sebagai berikut: 

Manajemen kelas adalah seni atau praktis (praktik dan strategi) kerja, yaitu pendidik bekerja secara individu, dengan atau melalui orang lain (semisal bekerja dengan sejawat atau peserta didik sendiri) untuk mengoptimalkan sumber daya kelas bagi penciptaan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Di sini sumber daya kelas merupakan instrument, proses pembelajaran sebagai inti, dan hasil belajar sebagaimana mestinya.

Manajemen kelas adalah proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan oleh pendidik, baik individual maupun dengan atau melalui orang lain (semisal dengan sejawat atau peserta didik) untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Kata perencanaan di sini merujuk pada perencanaan pembelajaran dan unsur-unsur penunjangnya. Pelaksanaan bermakna proses pembelajaran, sedangkan evaluasi bermakna evaluasi pembelajaran. Evaluasi di sini terdiri dua jenis. Evaluasi di sini terdiri dari dua jenis, yaitu evaluasi proses dan evaluasi hasil pembelajaran. 

Manajemen kelas adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan yang dilakukan oleh pendidik, baik individual maupun dengan atau melalui orang lain (semisal sejawat atau peserta didik) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien, dengan cara memanfaatkan segala sumber daya yang ada.

Berdasarkan beberapa definisi tersebut di atas, maka dapat dipahami bahwa dalam mewujudkan pengelolaan kelas yang efektif tidak terlepas dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, serta memanfaatkan sumber daya-sumber daya secara optimal. 

Definisi manajemen atau pengelolaan kelas telah mengalami pergeseran secara paradigmatik meskipun esensi dan tujuannya relatif sama, yaitu terselenggaranya proses pembelajaran secara efektif dan efisien. Efisien dan efektivitas pembelajaran diukur menurut nilai-nilai pendidikan yang dianut dewasa ini. Adapun nilai-nilai yang dimaksud bisa nilai-nilai perjuangan, kognitif, afeksi, solidaritas sosial, moralitas, keagamaan, dan sebagainya yang dikaitkan dengan sumber daya yang digunakan.


Fungsi Manajemen Kelas

Fungsi manajemen adalah sebagai wahana bagi perserta didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi potensi peserta didik yang lainnya. Agar fungsi manajemen peserta didik dapat tercapai, ada beberapa fungsi manajemen kelas tersebut sebagai berikut:

Memberi guru pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan pendidikan sekolah dan hubungannya dengan pengajaran yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan itu. 

Membantu guru memperjelas pemikiran tentang sumbangan pengajarannya terhadap pencapaian tujuan pendidikan. 

Menambah keyakinan guru atas nilai-nilai pengajaran yang diberikan dan prosedur yang digunakan.

Membantu guru dalam rangka mengenal kebutuhan-kebutuhan murid, minat-minat murid, dan mendorong motivasi belajar. 

Mengurangi kegiatan yang bersifat trial dan error dalam mengajar dengan adanya organisasi kurikulum yang lebih baik, metode yang tepat dan menghemat waktu. 

Murid-murid akan menghormati guru yang dengan sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk mengajar sesuai dengan harapanharapan mereka. 

Memberikan kesempatan bagi guru-guru untuk memajukan pribadinya dan perkembangan profesionalnya. 

Membantu guru memiliki perasaan percaya pada diri sendiri dan menjamin atas diri sendiri.

Membantu guru memelihara kegairahan mengajar dan senantiasa memberikan bahan-bahan yang up to date kepada murid.


Tujuan Manajemen Kelas

Manajemen kelas pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Selain itu, manajemen kelas juga bertujuan untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman untuk tempat berlangsungnya proses belajar mengajar. Dengan demikian, proses tersebut akan dapat berjalan dengan efektif dan terarah, sehingga cita-cita pendidikan dapat tercapai demi terbentuknya sumber daya manusia yang berkualitas.

Adapun tujuan dari manajemen kelas adalah sebagai berikut:

Agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. 

Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya. Dengan manajemen kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan atau perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban. 

Untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.

Jadi, Manajemen kelas dimaksudkan untuk menciptakan kondisi di dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuannya. Kemudian, dengan manajemen kelas produknya harus sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Sedangkan tujuan manajemen kelas secara khusus dibagi menjadi dua yaitu tujuan untuk siswa dan guru.

Tujuan Untuk Siswa

Adapun tujuan manajemen kelas untuk siswa adalah sebagai berikut:

Mendorong siswa untuk mengembangkan tanggung-jawab individu terhadap tingkah lakunya dan kebutuhan untuk mengontrol diri sendiri.

Membantu siswa untuk mengetahui tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas dan memahami bahwa teguran guru merupakan suatu peringatan dan bukan kemarahan. 

Membangkitkan rasa tanggung jawab untuk melibatkan diri dalam tugas maupun pada kegiatan yang diadakan.

Tujuan Untuk Guru

Adapun tujuan manajemen kelas untuk siswa adalah sebagai berikut:

Untuk mengembangkan pemahaman dalam penyajian pelajaran dengan pembukaan yang lancar dan kecepatan yang tepat. 

Untuk dapat menyadari akan kebutuhan siswa dan memiliki kemampuan dalam memberi petunjuk secara jelas kepada siswa. 

Untuk mempelajari bagaimana merespon secara efektif terhadap tingkah laku siswa yang mengganggu. 

Untuk memiliki strategi ramedial yang lebih komprehensif yang dapat digunakan dalam hubungan dengan masalah tingkah laku siswa yang muncul didalam kelas.

Langkah-langkah Kegiatan Manajemen Kelas

Langkah-langkah kegiatan manajemen kelas adalah penyusunan rangkaian kegiatan yang dilakukan guru sebagai manajer/pemimpin pembelajaran di kelas adalah:

Merencanakan Pembelajaran

Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Memilih Materi Pokok Pembelajaran

Menentukan Strategi Pembelajaran

Membuat Evaluasi/Penilaian

Melaksanakan Pembelajaran

Pendekatan Manajemen Kelas

Pendekatan dalam manajemen kelas meliputi:

Pendekatan Kekuasaan 

Pendekatan kekuasaan disini memiliki pengertian sebagai sikap konsistensi dari seorang guru untuk menjadikan norma atau aturan-aturan dalam kelas sebagai acuan untuk menegakkan kedisiplinan.

Pendekatan Ancaman 

Ancaman juga dapat dijadikan pendekatan yang perlu dilakukan guru untuk memanage kelas yang baik. Namun, ancaman disini sepatutnya tidak dilakukan sesering mungkin dan hanya diterapkan manakala kondisi sudah benar-benar tidak dapat dikendalikan. Selama guru masih mampu melakukan pendekatan lain di luar ancaman, maka akan lebih baik jika pendekatan dengan ancaman ini ditangguhkan.

Pendekatan Kebebasan

Pendekatan ini juga perlu dilakukan oleh guru untuk dapat memanajemen kelas dengan baik adalah dengan melakukan pendekatan kebebasan. Artinya, guru harus membantu para siswa agar mereka bebas mengerjakan sesuatu dalam kelas, selama hal itu tidak menyimpang dari peraturan yang telah ditetapkan dan disepakati bersama.


Pendekatan Resep 

Pendekatan resep sangat cocok dilakukan oleh guru sendiri. Dalam hal ini, kita perlu mencatat beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama mengajar di kelas. Ketentuan itu dibuat tidak semata-mata untuk kepentingan guru, melainkan juga untuk kepentingan pengaturan kelas.

Pendekatan Pengajaran 

Kemampuan guru dalam membuat perencanaan pengajaran sekaligus mengimplementasikannya dalam kelas, merupakan pendekatan yang sangat efektif untuk dapat mengelola kelas yang baik.

Pendekatan Perubahan Tingkah Laku

 Sebagaimana prinsipnya, pengelolaan kelas dilakukan sebagai upaya untuk mengubah tingkah laku siswa di dalam kelas dari kurang baik menjadi baik.

Pendekatan Sosio-Emosional

Sebuah kelas dapat dikelola secara efisien selama guru mampu membina hubungan yang baik dengan siswa-siswanya.

Pendekatan Kerja Kelompok 

Pendekatan kerja kelompok dengan model ini membutuhkan kemampuan guru dalam menciptakan momentum yang mendorong kelompok-kelompok di dalam kelas menjadi kelompok yang produktif.

Pendekatan Elektis atau Pluralistis 

Pendekatan elektis biasanya menekankan pada potensi, kreativitas, dan inisiatif wali atau guru kelas dalam memilih berbagai pendekatan berdasarkan situasi yang dihadapinya.

Implementasi Manajemen Kelas

Kemampuan mengelola proses belajar mengajar yang baik akan menciptakan situasi yang memungkinkan anak untuk belajar, sehingga merupakan titik awal keberhasilan pengajaran. Siswa dapat belajar dalam suasana wajar, tanpa tekanan dan dalam yang merangsang untuk belajar. Dalam kegiatan belajar mengajar siswa memerlukan suatu yang memungkinkan dia berkomunikasi secara baik, meliputi komunikasi guru-murid, murid-murid, murid-lingkungan, murid-bahan ajar dan murid dengan dirinya sendiri.

Tugas dan peran guru dalam implementasi pengelolaan proses belajar mengajar menurut Syaiful Bahri Djamarah (2002), adalah sebagai berikut:

Perencanaan

Menetapkan apa yang akan, kapan dan bagaimana cara melakukannya.

Membatasi sasaran dan menetapkan pelaksanaan kerja untuk mencapai hasil yang maksimal melalui proses penentuan target

Mengembangkan alternatif-alternatif Tindakan

Mengumpulkan dan menganalisis informasi

Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-keputusan

Pengorganisasian 

Menyediakan fasilitas, perlengkapan dan tenaga kerja yang diperlukan untuk menyusun kerangka yang efisien dalam melaksanakan rencana-rencana melalui proses penetapan kerja yang diperlukan untuk menyelesaikannya.

Mengelompokkan kelompok kerja dalam struktur organisasi secara teratur. 

Membentuk struktur wewenang dan mekanisme koordinasi

Merumuskan, menetapkan latihan dan pendidikan tenaga serta mencari sumbersumber lain yang diperlukan

Pengarahan 

Menyusun kerangka waktu dan biaya secara terperinci

Memperkarsa dan menampilkan pelaksanaan rencana dan pengambilan keputusan

Mengeluarkan instruksi-instruksi yang spesifik

Membimbing, memotivasi dan melakukan supervise

Pengawasan

Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan

Melaporkan penyimpangan dan merumuskan serta menyusun standarstandar dan sasaran-sasaran tindakan koreksi

Menilai pekerjaan dan melakukan tindakan koreksi terhadap penyimpangan penyimpangan.

Konsep Modern Manajemen Kelas 

Manajemen kelas dalam konsep modern dipandang sebagai proses mengorganisasikan segala sumber daya kelas bagi terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Sumber daya itu diorganisasikan untuk memecahkan beragam masalah yang menjadi kendala dalam proses pembelajaran sekaligus membangun situasi kelas yang kondusif secara berkesinambungan. Pendidik bertugas untuk menciptakan, memperbaiki, dan memilhara situasi kelas yang cerdas. Situasi kelas yang cerdas itulah yang mendukung pendidik untuk mengukur, mengembangkan, dan memelihara stabilitas kemampuan, bakat, minat dan energi yang dimilikinya dalam rangka menjalankan tugas-tugas pendidikan dan pembelajaran.


Referensi

Mulyadi, Classroom Management (Malang: UIN-Malang Pres, 2009), h. 2.

Badruddin, Manajemen Peserta didik (Jakarta: Indeks, 2014), h. 14. 

Salman Rusydie, Prinsip-Prinsip Manajemen Kelas (Cet. I; Jogjakarta: Diva Press, 2011), h. 25

Sarwoto, Dasar-Dasar Organisasi dan Manajemen, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1991, hal. 45.

Sudarwan Danim, Inovasi Pendidikan, Pustaka Setia, Bandung, 2010, hal. 167.

Sudarwan Danim, Inovasi Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan (Bandung: Pustaka Setia, 2002), h. 167.

Sudarwan Danim, Inovasi Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan, h. 168

Oemar Hamalik, proses belajar mengajar (Bumi aksara Bandung: 2001). Hal 135- 136

Salman Rusydie, Prinsip-Prinsip Manajemen Kelas h.29.

Administrasi pendidikan UPI,manajemen Pendidikan (Bandung; Alfabeta2008). Hal 206

Sanjaya Wina pembelajaran, jakarta: prenada mulia, 2008. Hal. 68,

Edeng Suryana dan Dosen STAI Miftaul Huda Subang, “Manajemen Kelas Berkarakteristik Siswa”, Jurnal stai alhidayah bogor,2016

Astuti. Manajemen kelas yang efektif. Jurnal manajemen Pendidikan Islam; 2019. 

Bahri syaiful Dzamarah implementasi manajemen kelas (Jakarta: prenada mulia, 2002). Hal. 24

Badruddin, Manajem en Peserta Didik, h. 106.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

4 Kompetensi Guru Profesional

  4 Kompetensi Guru Profesional   Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh... Hai teman-teman! Kembali lagi di blog saya, kali i...